JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial seperti TikTok dan Instagram kini menjadi salah satu rujukan utama masyarakat untuk memahami kesehatan mental, termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Namun, kemudahan akses informasi ini membawa konsekuensi baru, meningkatnya tren self-diagnose atau mendiagnosis diri sendiri berdasarkan konten yang belum tentu akurat.
Baca Selengkapnya